andi.mandasari10's blog


cerita inspirasi ( my self )
Saturday September 18th 2010, 2:40 am
Filed under: Academic

andi dwi mandasari

A341000058

laskar 5

Andi dwi mandasari

A34100058

Laskar 5

                Pada waktu SMA kelas 2 dulu , aku pernah mengunjungi salah satu toko buku terbesar di Bandar Lampung. Disitulah aku berkenalan dengan seorang kakak cantik ( Jesica ) yang pada saat itu juga membeli majalah Asian Star. Majalah kesukaanku. Dan perkenalan kami dimulai pada saat itu. Mulai dari perkenalan itu kami bertukaran nomor handphone dan alamat email. Hampir setiap hari dia selalu bercerita kepadaku masalah percintaanya. Akupun tidak masalah dengan semua yang dia ceritakan padaku.  Tapi seiring berjalannya waktu, kak Jesica sering sekali patah hati. Sampai – sampai aku tak kuasa melihatnya menangis.

                Pada suatu hari aku dan kak  Jesica berjalan-jalan di sebuah Mall dan aku sempat aneh melihat tingkah laku kak Sica. Karna dia jalan dengan senyum yang sangat sumringah. Saat aku bertannya mengapa, ia hanya berkata ,” hahh… dunia ini indah ya Sar!”.

                Aku semakin tak mengerti dengan semua senyuman kak Sica hari ini, sampai pada akhirnya kak Sica berbicara padaku bahwa dia jatuh cinta lagi. Aku sempat melarangnya. Tapi apa daya, kak Sica memang seperti itulah orangnya. Mudah sekali jatuh cinta.

“ udah kak… gak usah percaya dengan si Y . pasti dia sama aja kayak mantan kakak yang waktu itu putusin kakak dengan tiba-tiba! Gerutuku dengan semangat”.

“beda dek.. kali ini beda banget. Si Y gak kayak si X kok. Dia ramah banget. Baik lagi..”, ucap kak Sica tak mau kalah dengan ucapanku yang penuh semangat tadi.

“halah…. palingan sama aja sama mantan kakak yang kemaren – kemaren itu. Kayak si X yang kulitnya aja saingan sama shampo urang aring. Item gitu…! ucapku kesal !

“Jahat kamu Sar. Kok tega-teganya sih kamu kasih julukan jelek pada orang lain. Itukan dilarang agama. Bukannya kamu sendiri yang pernah bilang kalau kasih nama ke orang lain tu gak boleh yang jelek-jelek. Rasul aja memanggil sahabat-sahabatnya dengan gelar yang baik-baik.

                Whattttttttttt????   Kok bisa-bisanya kak Sica bicara kayak gitu. Ptakku rasanya seperti tersambar petir. Seperti ada satu benda atos yang digodamkan tepat pada batok kepalaku. Ya Allah, Kak Sica benar..! aku begitu malu pda diriku sendiri. Jilbabku yang tertiup angin hari ini rasanya ingin tanggal saja. Nuraniku tak bisa bohong. Kamu berdosa , Sar..! Kamu bersalah..! ucapku dalam hati.

“maaf…! ujarku kali ini dengan penuh sesal.

“ngaco… minta maafnya kok sama kak Sica sih..!

                Aku ciut. Susut, mengkerut, keriput. Menyusut. Rasanya ingin menghilang dari muka bumi ini. Sosok kak Sica tiba-tiba berubah jadi Mama Dedeh. Aku merasa harga diriku kandas. Karam. Bimasakti berubah sesak.

*** 

“Hah… kak Sica rasa dia bener-bener sayang deh Sar sama Kak Sica. Kemaren aja rambut kak Sica dibelai – belai. Berasa bintang iklan shampo nih kakak. Hhe..”, ucapnya dengan senyum yang sangat manis.

                Tapi hal ini yang membuat aku jengkel. Aku tak mau melihat kak Sica mengais lagi. Sebenarnya siapa sih orang itu. Memberikan harapan palsu sama Kak Sica. Awas aja kalau dia beneran buat kak Sica sakit hati. Bola mataku semakin membesar ketika kak Sica berkata bahwa rambutnya di belai sama orang itu. Astaga….. ini udah gawat banget donk. Pake acara belai – belaian lagi.

*** 

                Sudah terhitung 3 minggu sejalk Kak Sica bilang kalau dia sedang jatuh cinta. Kali ini dia berkata seperti ini padaku ;

‘’ Dia kirim surat lho Sar buat Kak Sica..! ucap kak Sica dengan mengulum senyum.

Aku super duper kesal saat itu. Sebenarnya siapa orang ini?.

“Sari bisa ngerasain gak, cintanya dia ke kak Sica? Ucapnya dengan begitu lembut.

                Alisku bertaut. Dahiku berlipat-lipat. Rupanya korban belum sadar juga bahwa dia sedang dalam dunia dongeng. Cinta apaan pula? Cinta monyet? Ngerasain apa? Ngerasain monyet?. Kenapa kakakku satu itu sangat keras kepala sekali. Aku menjadi semakin geram.                                                         Kali ini aku semakin berani mengungkapkan pendapatku dengan kak Sica,

“ habis ini Sari bakal aduin ke Mama kak Sica tentang cowok penipu itu! Ujarku dengan ketus .

“lho.. kok pake bawa-bawa Mama kakak sih dek, kan gak ada hubungannya? Ucap kak Sica dengAn kikuk

“biarin…. biar Mama kakak tu tau kalo cintanya kak Sica tuh Cuma cinta monyet. Harusnya kakak bisa dong ngambil pelajaran dari mantan-mantan kakak yang lainnya. Cinta itu hanya bersifat sementara kak ,dan hanya bersifat pelampiasan doank. Jangan bodohi diri sendiri kak. Masa’ kakak mau sakit hati  lagi sih..! ucapku dengan menggebu-begu

Kali ini kak Sica tertawa. Tertawa dengan sangat lebar. Dan ini membuat aku semakin tak mengerti apa maksud dari tawanya itu.

“ Kamu tahu sar. Begitu kak Sica melihat langit sore ini, kakak semakin percaya bahwa dia benar benar tulus dengan kakak. Dia sering mengirim surat cintanya dalam bentuk angin semilir yang membelai- belai rambut kakak. Sering juga dia mengirim cinta lewat kehangatan mentari pagi yangvmenyingkirkan rasa dingin dikulit. Lalu kalau kakak sedih, dia selalu ngirimin orang –orang yang sayang sama kakak. Surat cintanya penuh perhatian kepada kita. Diserukan pada kita agar jangan mencuri, berbuat jahat, bermusuhan,, dan jangan pernah ninggalin solat.” , ucap kak Sica panjang lebar yang membuatku semakin tak bisa bernafas. Cinta apa yang dia maksudkan sebenarnya??? Apakah aku tidak salah tangkap? kalau cinta ini adalah………….

“ Allah itu Maha Pengasih ya dek..! ucap kak Sica menutup ungkapan cintanya.

                Matahari mulai turun. Maghrib menjelang. Gradasi merah kuning beranjak biru gelap. Aku masih terdiam disini. Menelaah kembali kalimat demi kalimnat yang kaka Sica untaikan tadi. Di benakku terngiang beberapa nama yang pernah menjadi pacar- pacar kak Sica sebelumnya.  Aku kini tak ingat lagi dengan kak Sica yang dibohongi, dijahati, diputusin laki-laki. Yang aku tahu saat ini cinta sudah mulai berkumandang. Takbir dan tahlil memenuhi suasana. Penuh cinta.

                Inilah akhir dari cerita inspirasi yang aku alami . Aku benar – benar malu pada diriku sendiri yang salah sangka dengan kak Jesika. Ternyata pribadi orang dapat berubah-ubah tiap waktunya. Dan kita tak tahu kapan.

Kak jesika….

Maaf..!



Sunday July 25th 2010, 9:34 pm
Filed under: Academic

Super Junior

From Wikipedia, the free encyclopedia

Jump to: navigation, search

For the professional wrestling tournament, see Best of the Super Juniors.
Super Junior

Super Junior live in Bangkok, Thailand, February 2009
Background information
Also known as SJ, SuJu
Origin Seoul, South Korea
Genres K-pop, dance, R&B
Years active 2005–present
Labels SM Entertainment
Associated acts SM Town
Super Junior-K.R.Y
Super Junior-T
Super Junior-M
Super Junior-Happy
Website http://superjunior.smtown.com
Members
This article contains Korean text. Without proper rendering support, you may see question marks, boxes, or other symbols instead of Hangul or hanja.

Super Junior (Korean: 슈퍼주니어), often referred to as SJ or SuJu (슈주), is a popular boy group from South Korea formed by SM Entertainment in 2005. With a total of 13 members, they are one of the largest boy bands in the world. The group consists of Leeteuk (leader), Heechul, Hankyung, Yesung, Kangin, Shindong, Sungmin, Eunhyuk, Donghae, Siwon, Ryeowook, Kibum and Kyuhyun. The only Chinese member, Hankyung, was chosen from three thousand applicants via auditions held in China by SM Entertainment in 2001.[1] As of 2010, only 10 members are active, due to Han Geng’s ongoing lawsuit against SM Entertainment, the personal activities of Kibum in acting, and Kang-in’s leave of absence for mandatory military service.[2] However, the remaining members have insisted that they are still part of the group.[3][4]

Super Junior has released and contributed in 20 different kinds of records with varying degrees of success.[5] Over the years, they have been divided into smaller sub groups, simultaneously targeting different music industries and audiences. Largely due to Super Junior’s success as entertainers, other Korean entertainment managements began to train their music groups in other areas of entertainment, such as acting and hosting.[5] In addition to their commercial success, Super Junior has earned seven music awards from the M.net Asian Music Awards, eleven from the Golden Disk Awards, and is the second singing group to win Favorite Artist Korea at the 2008 MTV Asia Awards after JTL (consisting of Jang Woo Hyuk, Tony An and Lee Jae Won of H.O.T) in 2003.[6]